Hikmah Pagi Oleh Harapandi : Fungsi salat

Orang salat ialah mereka yang meninggalkan segala perbuatan maksiat
Orang salat ialah mereka yang meninggalkan ragam bentuk kezoliman
Orang salat ialah mereka yang dapat memberi manfaat antar sesama
Orang salat ialah mereka yang kedatangannya ditunggu dan kepergiannya dirindu By Harapandi

Sebagai kata pembuka (muqaddimah) al-Syaikh Daud ibn ‘Abdullah al-Fatani dalam kitab Munyah al-Mushalli; “Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam, Tuhan yang menjadikan sembahyang lima waktu sebagai jalan bagi orang-orang muttaqin, dan Dia juga yang menjadikannya sebagai penyejuk jiwa Sayyidil mursalin (Nabi Muhammad sallallahu ‘Alaihi Wasallam), salat merupakan salah satu daripada rukun Islam yang lima dan paling utama setelah syahadatain, salat dijadikan sebagai surga yang disegerakan Allah untuk dirasakan bagi para pencinta dan salat juga menjadi jendela melihat ke-Agungan Allah Azza Wajallah bagi yang merindukanNya”.

Dari ucapan tersebut tersirat lima fungsi utama salat yakni;
Pertama; salat sebagai jalan bagi orang-orang muttaqin (thariqah al-muttaqin). Dari sini dapat dipahami bahwa orang yang menjalankan salat ialah mereka yang termasuk orang-orang muttaqin, berarti sebaliknya bagi orang yang meninggalkan salat ia tergolong orang kafirin ataupun munafiqin. Rasul bersabda;”orang yang dengan sengaja meninggalkan salat tanpa alasan yang dibenarkan syara’, maka dia tergolong sebagai kafir dengan nyata”.

Kedua; salat sebagai penyejuk mata hati bagi Nabi Muhammad sallallahu ‘Alaihi wasalam. Ketika Rasul menjalankan salat, beliau merasakan kebersamaan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena kebersamaan dengan kekasih yang sangat dicintai, maka hati menjadi sejuk, tenang dan bahagia. Demikianlah seharuslah kita lakukan, salat dapat menyejukkan hati, menenteramkan jiwa, tiada kebersamaan paling indah melainkan merasakan kehadiran Allah dalam diri kita, merasa selalu diawasi Allah dalam segala perbuatan. Karena itulah jiwa akan tenang, tiada khawatir, tidak pula bimbang takut kemiskinan, takut kegagalan, takut kegelapan dan takut dari kejahatan makhluk.

Ketiga; salat sebagai salah satu rukun (tiang) dari lima rukun Islam, karena itu sesiapa yang mendirikan salat berarti dia telah menjaga dan menguatkan tiang agama dan sesiapa yang meninggalkan salat, maka dia telah merusak dan merubuhkan agama. Seperti disabdakan Rasulullah; “Sembahyang itu tiang agama, sesiapa yang mendirikan sembahyang berarti dia telah menegakkan agama dan sesiapa yang meninggalkannya berarti ia telah merobohkan agama”.

Keempat; Salat sebagai surga yang disegerakan (Jannat al-‘Ajilah li al-Muhibbin) Allah untuk para pencinta (orang yang mencintai Allah dengan menjalankan sembahyang). Salat merupakan salah satu bukti cinta seorang mukmin kepada Rabbnya, salat juga merupakan media berkomunikasi seorang hamba dengan Tuhannya, salat merupakan sarana untuk merasakan kebersamaan dengan Allah Azza Wajalla.

Kelima; Salat sebagai pintu menilik kehadirat Allah atau sebagai singgasana bertemu dengan Allah (Ma’din asrar al-‘Asyiqin). Bagi mereka yang dengan tulus menajalankan ibadah salat, maka dia akan merasakan kehadiran Allah dalam salatnya, karena itulah Malaikat Jibril Alaihissalam menyampaikan pengajarannya terkait dengan Iman, Islam dan Ihsan. Seperti dijelaskan bahwa al-Ihsan itu ialah “Engkau menyembah Allah (salat) seakan-akan engkau melihatnya, jika tidak dapat, maka yakinlah bahwa Allah Maha Melihat kita mengerjakan perintahNya”.

Kelima fungsi salat yang dijelaskan al-Syaikh tersebut merupakan penjelasan dari firman Allah surat al-Ankabut: 45 “Dirikanlah sembahyang, karena sembahyang itu dapat mencegah perbuatan keji (al-Fahsya’) dan juga amal yang munkar (al-Munkar), ingatlah bahwa Allah Maha Besar”.

Dalam ayat tersebut terdapat dua fungsi utama salat bagi setiap manusia mukmin yakni salat akan mencegah manusia melakukan perbuatan keji dalam berbagai bentuknya seperti perbuatan dan ucapan yang melukai orang lain termasuk ghibah, fitnah atau juga perbuatan yang mendapatkan hukuman di dunia seperti mencuri dihukum potong tangan dan berzina dihukum rajam. Jika salat dijalankan dengan tulus dan mengikut pada apa-apa yang di ajarkan Nabi, maka kita akan terhindar dari perilaku keji. Perkara kedua salat dapat menjauhkan kita melakukan perkara al-munkarat yakni perkara-perkara yang berhubugan dengan perbuatan maupun ucapan yang dilarang oleh Allah termasuk di dalamnya al-syirk (menyekutukan Allah).

Posisi salat dalam agama seperti posisi kepala pada jasad seseorang, tiada kehidupan jika tidak ada kepala, maka demikian juga halnya bagi orang yang tidak menjalankan salat, maka tiada agama baginya. Kita akan dikatakan manusia jika kepala dan jasad kita masih ada dan ketika kepala sudah tidak dimiliki makan dinamakan mayat bukan lagi manusia. Karena itu peliharalah dan dirikanlah salat agar lebel kemanusiaan tetap utuh pada diri kita, Allah berfirman dalam al-Qur’an; “Peliharalah segala salatmu dan peliharalah salat al-wustha (salat Asar), berdirilah karena Allah bersamamu di dalam salat yang engkau kerjakan”.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami