ISRA’ MI’RAJ SMP LABORATORIUM JAKARTA DAN HIKMAHNYA

Peristiwa besar dari Isra’ Mi’raj ini merupakan salah satu dari mu’jizat dari Rasulullah SAW melakukan perjalanan jauh hanya satu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsha, kemudian naik menembus ke langit tertinggi yaitu di Sidratul Muntaha yang bila dihitung jarak perjalanan dari bumi kurang lebih mencapai 11.500 tahun kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu sama dengan 300.000 km perdetik. Kendaraan yang telah dibuat manusia sekarang ini belum ada yang kecepatannya menyamai kecepatan cahaya.

Karena demikian hebat peristiwa Isra’ Mi’raj ini, umat Islam di seluruh dunia memperingatinya dengan berbagai macam cara. Umumnya di Indonesia dengan mengundang ulama’ untuk memberikan taushiyah seputar Isra’ Mi’raj dan hikmahnya bagi umat Islam. Demikian juga yang dilakukan oleh salah satu lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Acprilesma yaitu SMP Laboratorium Jakarta, mengadakan kegiatan memperingati Isra’ MI’raj secara virtual dengan menggunakan jasa aplikasi Google Meet pada hari Jumat, 12 Maret 2021 M./28 Rajab 1442 H. yang dimulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 09.45 WIB.

Kegiatan Isra’ Mi’raj ini merupakan agenda tahunan yang sudah diprogramkan oleh SMP Laboratorium Jakarta dan termasuk kegiatan yang bersifat keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik untuk peningkatan terhadap pemahaman nilai-nilai agama yang terkait dengan pentingnya melaksanakan shalat bagi setiap umat Islam.

Para panitia yang terdiri dari kepala sekolah dan dewan guru SMP Laboratorium Jakarta melakukan upaya terbaik, sehingga peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan penuh khidmat. Semua petugas yang terdiri dari peserta didik SMP Laboratorium Jakarta, dapat menampilkan tugasnya dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari Direktur Akademik Yayasan Pendidikan Acprilesma Ibu Prima Sagita Setyowati, SE, M.Si. Juga mendapatkan apresiasi dari Kepala SMP Laboratorium Jakarta Ibu Rosalina, S.Pd, M.Si.

Para petugas yang mendapatkan amanah mensukseskan kegiatan Isra’ Mi’raj ini adalah Bella Tsabina Kasya (kelas IX A) sebagai pembawa acara (MC), Sabila Ferisya (kelas IX B) sebagai pembacaan kalam Ilahi, Ratih Felistya Dewi (kelas IX B) sebagai pembacaan sari tilawah, Novita Putri Nuryanti (kelas IX A) sebagai pembacaan syair dan sebagi hostnya adalah Bapak Dwi Santoso, S.Pd (guru Agama).

Dalam sambutannya Ibu Prima Sagita Setyowati, SE, M.Si menunjukkan rasa gembira dan syukur atas terselenggaranya peringatan Isra’ Mi’raj ini walaupun melalui virtual yang serba terbatas, tetapi tidak mengurangi kekhidmatannya. Ini semua berkat kekompakan dan kebersamaan yang telah terbangun dengan baik antara guru dan karyawan dibawah pimpinan Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta Ibu Rosalina, S.Pd, M.Si.

Untuk lebih memantapkan peringatan Isra’ Mi’raj ini sehingga mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga, maka SMP Laboratorium Jakarta mengundang penceramah yang ahli di bidangnya yaitu Ust. Dr. H. Erfan Maulana, Lc, M.Si (Alumni kampus Universitas Al Azhar Mesir). Beliau dalam kesehariannya bertugas sebagai Direktur Pondok Pesantren Entrepreneurship Professor Doktor Haji Agustitin Setyobudi Magister Manajemen.

Beberapa point pelajaran penting yang didapatkan dari taushiyah Ust. Dr. H. Erfan Maulana, Lc, M.Si yaitu;

Pertama, bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj ini dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan menempuh dua cara yaitu vertikal (hablum minannas) dan horizontal (hablum minallah). Secara vertikal Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa keberadaan kita sebagai manusia di muka bumi ini hendaknya selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, tidak boleh melakukan hal-hal buruk yang dapat merusak hubungan baik tersebut. Demikian juga secara horizontal Rasulullah SAW mengajarkan agar terus membangun komunikasi yang baik kepada Allah SWT melalui serangkaian ibadah yang telah disyari’atkan, agar hidup dalam kedamaian, ketenangan dan keselamatan.

Kedua, kalimat subhana pada surat Al Isra’ ayat 1 menunjukkan ke maha besaran Allah SWT dengan kehebatan-Nya memperjalankan Rasulullah SAW dalam waktu yang sangat singkat dengan jarak tempuh yang sangat jauh dan mustahil dapat dicerna dengan akal manusia yang terbatas. Dalam keseharianpun ketika ada sesuatu keajaiban yang luar biasa terjadi diluar logika manusia, maka ucapkanlah kalimat “subhanallah” untuk menunjukkan bahwa semua itu terjadi karena iradat dan qudrat dari Allah SWT.

Ketiga, kata linuriyahu min ayaatina mengandung pelajaran bahwa Allah SWT banyak sekali menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya dalam penciptaan langit dan bumi, siang dan malam dan lain-lain. Semestinya kita sebagai umat Islam banyak merenung, menela’ah dan meneliti semua tanda-tanda kebesaran Allah ini, sehingga kita mendapatkan penemuan spektakuler dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan sebagaimana ilmuan-ilmuan muslim tempo dulu yang banyak menguasai ilmu-ilmu sains yang sangat menakjubkan.

Keempat, shalat lima waktu yang disyari’atkan kepada umat Islam ternyata berdampak positif bagi hati manusia. Ketika shalat itu benar-benar dilakukan secara khusyu’ apalagi berjama’ah, maka hati itu akan bercahaya, ketika hati itu bercahaya maka iman tumbuh dengan kuat dan hidayahpun Allah berikan dalam kehidupan. Inilah yang membuat manusia dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar (perbuatan jahat yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain). Maka dari itu jangan sekali-kali meninggalkan shalat ini sampai akhir hidup kita. Shalat adalah tiang agama, mendirikan shalat sama artinya dengan menegakkan agama, sebaliknya meninggalkan shalat sama artinya dengan menghancurkan agama, demikian sabda Nabi dalam haditsnya.

Kelima, semua manusia dimanapun berada menurut Al Quran surat Al Ashr dalam keadaan merugi kecuali bagi orang yang memiliki keimanan yang mapan, beramal shalih secara konsisten (istiqamah), saling memberi nasehat dalam kebenaran dan saling memberi nasehat dalam kesabaran.

Keenam, dalam belajar apa saja hendaknya berakhir pada kesimpulan bahwa tidak ada satu apapun yang sia-sia di muka bumi, semua mengandung ilmu pengetahuan serta hikmah sebagai pembelajaran yang sangat berharga untuk peningkatan kualitas kehidupan manusia. Dan hal yang paling penting dari semua itu, hendaknya makin menambah rasa iman dan kedekatan kepada Allah agar tidak muncul kesombongan dalam diri.

Itulah beberapa point penting yang dapat kita petik dari taushiyah yang disampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj ini. Kemudian acara ini ditutup dengan untaian doa yang sangat indah dari Ust. Marolah, S.Ag, MM (Direktur Rumah Quran Laboratorium Jakarta). Doa ini patut kita baca dengan khusyu’ dan kita renungi maknanya, sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas ibadah shalat kita.

Ya Allah ya Rabbana
Bimbinglah kami ke jalan taqwa
Agar kami dapat menghamba
Sesuai dengan syari’at baginda

Ya Allah ya Rabbana
Mudahkanlah diri hamba
Melaksanakan syari’at agama
Sesuai kemampuan yang ada

Ya Allah ya Rabbana
Bimbinglah diri hamba
Untuk shalat tepat waktunya
Berjama’ah itu utama

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Dapat mencegah angkara murka
Juga dari panas neraka

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Hati damai, tenang bahagia
Jiwa lapang bagai samudra

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Segala macam salah dan dosa
Terampuni tiada tersisa

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Segala apapun urusan dunia
Dipermudah melakukannya

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Kesulitan apapun jua
Terurai jalan keluarnya

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Iman teguh kokoh terjaga
Hidup damai aman sentosa

Ya Allah ya Rabbana
Jadikan dengan shalat hamba
Di akhirat hidup bahagia
Masuk surga selama-lamanya

Semoga Allah mengabulkan permohonan doa kita ini, dan semoga peringatan Isra’ Mi’raj ini membawa hikmah yang besar bagi para pembaca sekalian. (Mar)

Bekasi, 30 Rajab 1442 H/14 Maret 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami