Tamu Agung di Depan Mata, Bekal apa yang Sudah Kita Siapkan?

Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I

Tidak terasa saat ini kita berada pada penghujung bulan Rajab dan sebentar lagi memasuki bulan Sa’ban. Itu artinya tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1442 H. Pada momentum bulan Rajab dan Sya’ban, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita ummatnya untuk senantiasa berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

Doa ini menjadi sebuah harapan kita kepada Allah SWT agar kita dapat bertemu dengan bulan kemuliaan yakni bulan suci Ramadhan. Bulan agung yang selalu dinantikan oleh setiap kaum muslimin yang beriman.

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa yang penuh makna dan nilai-nilai. Ada nilai spiritual yang tercermin pada ibadah puasa, sholat sunah taraweh dan tadarus Al-Quran. Ada pula nilai sosial kemanusiaan yang tercermin pada ibadah zakat fitrah, infaq dan shodaqoh. Disamping itu yang tidak kalah istimewanya adalah di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yakni malam Lailatul Qadar, malam dimana Allah SWT menurunkan kitab Al-Qur’an.

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۗ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ ۗ
تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَا لرُّوْحُ فِيْهَا بِاِ ذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ ۛ
سَلٰمٌ  ۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”, (Al-Qadr: 1-5).

Dari sekian keistimewaan itulah yang membuat ummat islam yang beriman selalu berdoa dan berharap moga-moga Allah SWT mempertemukannya dengan bulan suci Ramadhan. Bagi orang-orang mikmin yang mengerti dengan bulan suci Ramadhan, tentu jauh-jauh hari mereka telah menyiapkan bekal. Sehingga ketika berada di dalam bulan suci Ramadhan, mereka mudah dalam menjalankan segala aktifitas ibadah baik ibadah wajib maupun yang sunnah.

Berikut kiat-kiat positif dan amalan-amalan yang bisa kita dilakukan untuk menyiakan diri memasuki bulan suci Ramadhan:
Pertama: Perbanyak Puasa Sunnah.
Seperti puasa sunnah senin-kamis, puasa sunnah Nabi Daud, puasa sunnah bulan Rajab dan Sa’ban dll. Hal ini penting dilakukan agar ketika menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan akan terasa mudah dan nyaman sehingga badan tidak merasa kaget dengan kebiasaan baru. Maka beruntunglah bagi ummat islam yang terbiasa menjalankan ibadah puasa sunnah, sehingga ketika mereka memasuki bulan Ramadhan akan merasakan kemudahnya karena badannya sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.

Kedua: Perbanyak Sholat Sunnah.
Seperti sunnah tahajud, sholat dhuha, sholat sunnah rawatib atau sholat-sholat sunah lainnya. Ini penting dilaksanakan untuk membiasakan diri agar dapat konsisten mengerjakan amalan sholat sunnah di bulan Ramadhan. Coba kita tengok pengalaman tiap tahun di bulan Ramadhan potret kebiasaan ummat islam, shaf-shaf di masjid nampak rame di malam pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Namun ketika masuk 10 malam pertama shaf-shaf di masjid sudah mulai nampak berkurang dan bahkan tidak jarang masjid yang mulai sepi pengunjung. Ini potret kita ummat islam yang perlu di rubah. Maka dengan memperbanyak kebiasaan sholat sunnah sebelum masuk Ramadhan maka yakinlah ketika berada pada bulan Ramadhan, InsyaAllah akan terasa mudah karena sudah terbiasa.

Ketiga: Menyiapkan Harta yang cukup.
Hal ini tidak kalah pentingnya sebab dalam menjalankan ibadah Ramadhan seperti puasa, zakat, infaq dan sedekah tentu akan membutuhkan harta. Seperti yang kita ketahui bahwa amalan sedekah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasulnya, lebih-lebih pada bulan Ramadhan sudah barang tentu akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَا بِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَا للّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: Ayat 261).

Keempat: Perbanyak membaca Al-Quran.
Minimal setiap habis sholat fardu lima waktu kita biasakan membaca Al-Quran. Ini juga penting agar ketika masuk bulan Ramadhan sudah terbiasa dengan bacaan Al-Quran dan target-terget seperti menghatamkan Al-Quran pun bisa terpenuhi. Jika perkara ini tidak dibiasakan dan disiapkan jauh-jauh hari, maka ketika masuk bulan Ramadhan akan terasa berat untuk membaca Al-Quran apalagi sampai menghatamkannya dalam satu bulan. Terkadang perkara ini di anggap sepele padahal penting, sebab sesuatu akan terasa mudah bila hal itu sudah terbiasa dikerjakan. Selain membiasakan membaca Al-Quran, menyiapkan hafalan Al-Quran juga penting (lebih-lebih bagi yang biasa menjadi imam sholat taraweh) maka perkara ini penting untuk persiapkan.

Kelima: Bekali Diri dengan Iman dan Taqwa.
Iman dan Taqwa ini paling penting dan utama dari semua perkara yang disebutkan di atas. Sebab semua hal tidak akan bisa tercapai kecuali lahir dari Keimanan dan Ketaqwaan. Itu sebabnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan tentang kewajiban ibadah puasa di awali kata Iman dan diakhiri dengan kata Taqwa, karena keimanan cenderung akan menghasilkan ketaqwaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: 183).

Wallahua’lam Bissawab.
Mataram Monjok, 28 Rajab 1442 H / 12 Maret 2021

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami