Cinta Pengetahuan Imam Al-Bukhari

 

Cinta pengetahuan Imam Al-Bukhari

Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan merupakan tanda kesucian cinta seseorang. Sebab dengan memiliki pengetahuan yang luas seseorang akan bersikap bijak ketika mengurai sebuah persoalan hidup.

Makanya, filsafat sebagai ilmu yang diartikan jalan bagi pecinta kebijaksanaan adalah salah satu ilmu yang harus digandrungi anak muda. Dalam bahasa latin, orang yang mencintai ilmu pengetahuan dikategorikan memiliki cinta yang phylos. Artinya, ia mencintai sesuatu hal yang dapat membuat dirinya menjadi manusia bijaksana.

Di dalam kehidupan Imam Bukhari, wujud kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan bisa dilihat dari pengorbanannya mencari hadis sampai ke segala penjuru menggunakan uang hasil keringatnya sendiri. Itu dilakukan karena beliau sangat mencintai petuah-petuah dari Rasulullah saw., agar tetap bisa dinikmati seluruh umat Islam sepanjang abad.

Semenjak kecil, kecerdasan Imam Bukhari telah terlihat. Ketika usianya belasan tahun, beliau sudah menghafal 70.000 hadis Rasulullah saw. dengan kepintarannya menghafal dan menulis ia menyelidiki selama 16 tahun sebanyak 600.000 hadis dan memilih 7.525 hadis yang lulus seleksi kesahihan. Imam Bukhari sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan Islam tak tertandingin. Ia menuliskan hadis Rasulullah saw. dalam kitab “Al-Jami-al Sahih”. Ia juga, sebelum menuliskan hadis, selalu menunaikan shalat dua rakaat terlebih dahulu untuk menjaga daya ingatnya. (Sumber: Prof. Dr. Yahya Ismail. Al-Bukhari, Imam al-A’immah wa Sayyid al-Fuqaha wa al-Muhadditsin. Diterjemah Adi Maftuhin dengan judul “Biografi Imam Bukhari: Pelajaran Hidup Sang Penjaga Hadits Nabi”, Jakarta: Keira Publishing, 2016)

Tutur kata dan Tindakan Rasulullah saw., membuat Imam Bukhari jatuh cinta sehingga ia berusaha menuliskan pelbagai hadis yang keluar dari pribadi Nabi Muhammad saw. dengan pengorbanannya ia terus memburu hikmah di balik tutur dan laku sang Nabi akhir zaman itu.

Dahsyatnya lagi, kecintaan Imam Bukhari kepada hadis-hadis nabi dibuktikan dengan melakukan penelitian selama 16 tahun terhadap 600.000 hadis sebelum mengumpulkannya dalam kitab yang sampai saat ini masih kita kaji dan jadikan rujukan.

Dengan kecintaannya kepada apa yang diucapkan, dilakukan dan disetujui oleh Rasulullah saw., membuat ia berani berkorban dan rela melakukan perjalanan ratusan kilometer. Padahal waktu itu belum ada mobil atau bus. Lantas bagaimana perasaanmu ketika pergi ke sekolah atau kampus? Banyak sekali anak muda sekarang yang tidak sungguh-sungguh mencari ilmu. Kalau datang ke sekolah atau kampus, paling banyak nongkrongnya, ketimbang mencari ilmu di perpustakaan.

Imam Bukhari karena memiliki kesucian cinta terhadap ilmu pengetahuan ia rela melakukan apa saja asalkan ilmu itu di perolehnya. Meskipun harus berjalan menuntun keledai dan unta melewati gurun padang pasir. Ternyata, dari kisah pengorbanan Imam Bukhari ini, mengindikasikan bahwa ketika kita mencintai sesuatu hal, maka kita akan sanggup berkorban agar sesuatu hal itu bisa diperoleh.

Jadi, biar kesucian mencintai ilmu pengetahuan bisa terwujud di dalam dirimu, yakinkanlah hati bahwa menuntut ilmu merupakan perintah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat manusia.

Rasulullah saw., pernah bersabda. “Menuntut ilmu itu diwajibkan kepada muslim dan muslimah, bahkan dari semenjak lahir hingga ke liang lahat.” (Hadis)

Nah, orang yang dalam kesehariannya mencintai aktivitas membaca, mengisi pengajian di masyarakat, berdiskusi, menghafal, dan menulis ide serta gagasan merupakan bentuk dari kecintaanya terhadap ilmu pengetahuan.

Tinggal satu yang perlu dibenahi. Sola niat mencari ilmu. Apakah ditujukan kepada Allah semata, ataukan kepada selain-Nya? Sebagai seorang muslim muda yang nasib bangsa berada di atas pundaknya, niat yang harus dihujamkan di kedalaman hati adalah mencari ridha Allah dan bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ketika kita mengkaji sebuah landasan teoritik keilmuan, misalnya, mempraktikan dan mengamalkannya ketika berinteraksi dengan masyarakat adalah keniscayaan.

Itulah orang-orang yang mencintai ilmu pengetahuan secara bening, jernih dan suci; tanpa ada embel-embel motif kesenangan duniawi. Sebab ketika seseorang mencari dan mendapatkan ilmu, itu akan mengantarkannya menjadi manusia sejahtera dunia dan akhirat.

Apakah anda mengiginkannya? Oleh karena itu, mulai saat ini terus cari dan pelajari ilmu pengetahuan agar menjadi manusia yang luas cakrawala pemahamannya. Sehingga dalam kesehariannya akan menebarkan kedamaian dan ketentraman sikap serta tindakan yang bisa mengangkat derajat diri dan manusia lain.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami