MUTIARA HIKMAH (50) KONSEP WASATHIYAH MENGATASI SIKAP RADIKALISME

Oleh : Marolah Abu Akrom

Isu radikalisme ini sudah merambah ke seluruh dunia dengan berbagai konsep dan ajaran yang disebar luaskan ke tengah-tengah masyarakat. Walaupun sebenarnya radikalisme itu tidak identik dengan kekerasan, karena bila kita maknai radikal itu bermakna akar/dasar dalam berpikir. Tetapi dalam kenyataannya radikalisme itu banyak mengarah kepada perilaku yang keras dan tidak mempertimbangkan bahaya-bahaya yang ditimbulkan di tengah masyarakat.

Diantara penyebabnya karena tidak tercapainya suatu keinginan yang sesuai menurut apa yang dikehendakinya tetapi banyak ditentang oleh orang lain, karena sikap yang terlalu keras dan berlebihan baik dalam berpikir maupun dalam bertindak. Sikap yang terlalu keras ini bisa melahirkan radikalisme yang membahayakan kehidupan orang lain.

Dengan melihat kenyataan ini, maka Islam memiliki konsep wasathiyah. Wasathiyah artinya pertengahan (moderat) tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut. Artinya kita bisa melihat keadaan yang ada dan berada ditengah-tengah antara keduanya. Ketika kita bersikap keras ukurlah sesuai dengan takarannya dan tidak menimbulkan bahaya bagi orang-orang disekitar. Dan ketika kita lembut tidak terlalu berlebihan yang menyebabkan hilangnya makna kemuliaan yang mesti ditegakkan. Maka pantaslah Nabi kita bersabda dalam haditsnya;

خَيْرُ اْلأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا

Artinya: “Sebaik-sebaik urusan adalah pertengahan”.

Dengan melihat hadits ini bahwa segala urusan apapun dikerjakan apa adanya tidak terlalu berlebihan atau tidak terlalu kekurangan tetapi tetap pada garis aturan yang telah ditetapkan dalam syara’.

Demikian halnya dalam memaknai hukum-hukum Islam hendaknya dipahami secara mendalam dan tidak serta merta berhukum sesuka hati. Banyak pertimbangan yang mesti diketengahkan guna mencapai maslahat bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Contoh hukum jihad, jihad ini mesti diletakkan pada proporsi yang sesungguhnya, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Janganlah kita maknai jihad itu dalam arti yang ekstrim dengan melakukan tindakan yang menciderai keluhuran ajaran Islam. Bahwa konsep jihad itu tidak mesti dikaitkan dengan melawan orang kafir, lalu seenaknya kita membunuh mereka padahal kita tinggal dalam kondisi yang relatif aman.

Apalagi kita tinggal di Indonesia yang sangat majemuk dengan beraneka macam agama, kepercayaan dan adat istiadat yang dilindungi oleh undang-undang. Jadi kita mesti berhati-hati, jangan sampai kita melakukan perbuatan-perbuatan yang menyakiti saudara-saudara kita dengan mengatasnamakan menegakkan ajaran agama dalam arti yang sempit.

Kita berharap peran para tokoh terutama tokoh agama untuk dapat melakukan pendidikan dan pembinaan yang mengarah kepada pendewasaan dalam cara berpikir, sehingga melahirkan kebijaksanaan menuju hidup yang penuh dengan kerukunan, kebersamaan, kekompakan dan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Bekasi, 21 Rajab 1442 H/5 Maret 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami