MUTIARA HIKMAH (49) MEMAKNAI HARI JADI NW KE 68

Oleh : Abu Akrom

Alhamdulillah tahun ini kita memasuki hari jadi NW yang ke 68. Dimana NW itu didirikan pada tanggal 1 Maret 1953 oleh seorang ulama besar yang bergelar Al Allamah (orang yang sangat alim), Al Arifu Billah (orang yang sangat bijaksana dengan ilmu Allah) dan bergelar Sulthanul Aulia (raja para waliyullah). Juga bergelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia atas jasa-jasanya membela keutuhan bangsa dari rongrongan kaki tangan penjajah. Beliau adalah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Al Masyhur. Adanya tambahan gelar Al Masyhur di akhir namanya menunjukkan bahwa beliau sangat populer dikalangan para ulama terutama ulama dari timur tengah seperti Makkah, Mesir, Yaman dan lain-lain. Terbukti waktu penulis mondok di Pondok Pesantren NW Pancor Lombok Timur, NTB, banyak sekali tokoh dan ulama-ulama besar dari timur tengah yang berkunjung hampir setiap bulan selalu ada saja yang datang bersilaturrahim.

Sungguh betapa beruntungnya kita menjadi warga NW yang senantiasa Istiqomah dengan nilai-nilai kebenaran yang dibawa oleh Maulana Syaikh yang bersumber dari ajaran agama kita yang lurus dan berpaham ahlussunnah waljama’ah. Dikatakan ahlussunnah artinya senantiasa mendasari seluruh aktifitas hidupnya dengan nilai-nilai Al Quran dan hadits Nabi. Sedang waljama’ah artinya mengutamakan hidup dalam kebersamaan, persatuan dan kekompakan dalam menjalin hubungan dengan sesama.

NW Jakarta dibawah pimpinan Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ senantiasa solid menjaga persatuan dalam segala keadaan

Kenyataan ini terlihat dari wasiat Maulana Syaikh untuk selalu berpegang teguh pada ajaran Al Qur’an dan hadits yang berpaham alhlussunnah waljama’ah.

Asas NW jangan diubah
Sepanjang masa sepanjang sanah
Sunnah Jama’ah dalam akidah
mazhab Syafi’i dalam Syari’ah

Pada wasiat yang lain dinyatakan dengan tegas untuk selalu mengutamakan kebersamaan, kekompakan dan persatuan dalam segala keadaan yang ada.

Wahai anakku kompak bersatu
Jangan terpikat bujukan hantu
Bersilat lidah setiap waktu
Di balik udang batu di situ

Berdasarkan wasiat ini, maka dapat dihubungkan dengan kondisi NW sekarang dengan segala tantangan dan perbedaan antara NW yang satu dengan yang lainnya. Sesungguhnya bersatu adalah kata kunci untuk mengakhiri segala perbedaan yang ada. Seandainya semua kita mengamalkan kandungan syair tersebut, tentu kita akan selalu solid dalam bingkai persatuan yang utuh tanpa ada suatu pemisahan diantara keduanya. Ingatlah bahwa NW ini adalah warisan luhur dari Maulana Syaikh, maka sangat tidak layak kita melakukan hal-hal yang dapat menodai keluhurannya. Ketahuilah betapa besar rasa cinta dan sayang Maulana Syaikh kepada kita, sehingga mempersembahkan karya terbaik beliau dalam bentuk seni syair yang indah dan menyentuh hati sanubari. Tentu semua ini akan dirasakan bagi orang yang betul-betul menyelami hakikat NW itu sendiri.

Hakikat NW itu sendiri sebenarnya tidak hanya untuk warga NW sendiri, tapi untuk umat seluruh dunia yang mendiami bumi ini. Makanya dinamakan Nahdlatul Wathan yang makna luasnya adalah setiap manusia yang menggerakkan dirinya untuk bangkit membela agama dan bangsa atas dasar nilai iman dan taqwa, sesungguhnya dia termasuk orang NW. Maka wajar doa yang selalu kita baca dalam Hizib “wansyur liwaanahdhatil Wathan fil’almin bihaqqi Muhammadin Shallallahu’alaihi wasallam” (ya Allah sebar luaskanlah Nahdlatul Wathan di seluruh penjuru alam dengan kebenaran ajaran Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam).

Coba dalami isi doa tersebut, betapa luhurnya NW ini. Ternyata NW memiliki konsep menggerakkan seluruh potensi yang ada untuk bangkit memakmurkan dunia dengan kebenaran ajaran Nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wasallam yang kesimpulannya ada pada iman dan taqwa. Inilah yang menjadi semboyan dari NW yang diajarkan oleh Maulana Syaikh, yaitu pokoknya NW, pokok NW iman dan taqwa. Tetapi semboyan ini tidak akan bernilai apa-apa bila hanya diucapkan di lidah saja, maka mesti diresapi dan dijiwai dengan kejernihan hati dan kecerdasan akal. Keberadaan NW itu benar-bemar menjadi suatu solusi untuk menyelamatkan umat manusia dari segala keburukan dan ajaran yang menyimpang, sehingga benar-benar menemukan kebahagiaan yang sejati dari dunia hingga akhirat nanti.

Bekasi, 19 Rajab 1442 H/3 Maret 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami