IPNW Meminta Organisai Pelajar Penggerak diaktifkan di Tengah Pandemi Covid – 19

Sampai tanggal tulisan ini di buat pembelajaran formal masih belum bisa terlaksana seperti sedia kala karena Sekolah Formal masih terus di perpanjang liburnya akibat dari pandemi covid – 19 yang sedang melanda Indonesia. Selain dampak ekonimi yang sangat terlihat mungkin bidang pendidikan adalah bidang yang kedua yang sangat terlihat dampaknya dengan di liburkannya semua sekolah secara formal tatap muka dan mengganti proses belajar mengajar melalui media online.

Yang merasakan kesulitan adalah Kepala sekolah dan para guru yang menjadi ujung tombak dalam melaksanakan pendidikan menggunakan sistem daring, sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah. Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.
Jadi, kendala-kendala itu menjadi catatan penting dari dunia pendidikan kita yang harus mengejar pembelajaran daring secara cepat. Padahal, secara teknis dan sistem belum semuanya siap. Selama ini pembelajaran online hanya sebagai konsep, sebagai perangkat teknis, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran. Padahal,  pembelajaran online bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. tetapi apakah belajar Jarak Jauh (BJJ) bisa maksimal dan bisa mencapai semua sekolah yang ada di indonesia?
Jawabanya adalah belum maksimal karena menurut data dari Komisi X DPR RI proses belajar mengajar yang sudah di laksanakan dari bulan maret sampai saat ini hanya mampu mencapai 35% kesuksesan dalam proses belajar mengajar menggunakan media online dan mungkin yang bisa mengakses dan mampu menjalankan belajar melalui sistem daring adalah para pelajar yang ada di perkotaan dan yang di pedesaan maka tidak mampu mengakses proses belajar mengajar melalui sistem daring yang sudah menjadi kebijakan Kementrian pendidikan dalam masa pandemi covid 19 ini.
Dari data tersebut maka 65 % para peserta didik di indonesia tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar padahal pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting dalam setiap masa, setiap waktu dan dimana saja, oleh karena itu mungkin Kementerian pendidikan perlu mengevaluasi proses belajar mengajar melalui media online yang sudah berlangsung hampir 3 bulan berjalan di tengah masa pandemi covid -19.
Dari tantangan-tantangan itu, kita harus berani melangkah untuk menjadikan pembelajaran online sebagai kesempatan mentransformasi pendidikan kita. Ada beberapa langkah yang dapat menjadi renungan bersama dalam perbaikan sistem pendidikan kita khususnya terkait pembelajaran daring.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi
Dengan melihat fenomena anak – anak indonesia sudah melek dengan teknologi terutama dalam menggunakan Handphone maka pembelajaran daring harus benar – benar di maksimalkan dengan berbagai strategi karena pendidikan daring yang sudah berjalan tidak memuaskan secara data, sebagai organisasi Pelajar maka Ikatan Pelajar NW menawarkan bebearapa strategi yakni mengoptimalkan peran organisasi tingkat pelajar dalam membantu mensukseskan program daring selama covid 19 yang sedang kita alami dengan cara mengoptimalkan peran organisasi pelajar penggerak seperti yang sudah di canangkan oleh Menteri Pendidikan dalam konsep Merdeka belajar dengan beberapa cara:
Menggunkan semua organisasi tingkat pelajar dari semua organisasi masyarakat yang ada di indonesia dalam membantu memaksimalkan proses belajar mengajar di tengah pandemi covid – 19.
Melakukan Proses belajar mengajar tatap muka dengan media virtual dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Pelatihan organisasi tingkat peljar dalam memaksimalkan daring menggunakan aplikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar karena melihat beberapa instansi dan organisasi masa di indonesia aktif dalam menggunakan aplikasi tersebut. Karena melihat proses daring yang di lakukan oleh sekolah belum maksimal dan pembelajaran melalui televisi khususnya TVRI di bagian pelosok tidak terdapat chanel TVRI sehingga tidak merata.
Organisasi tingkat pelajar membantu para guru dalam mendampingi proses belajar mengajar setiap hari seperti proses belajar mengajar tatap muka karena melihat data kemampuan akses media daring masih kurang, organisasi pelajar ormas indonesia sudah mencapai kecamatan bahkan desa sehingga mungkin bisa membantu proses belajar mengajar yang dilakukan oleh setiap sekolah di semua jenjang dari tingkat SD sampai SMA.
Melakukan kerjasama dengan pihak kampus terkait dalam menyiapkan pendamping sebagai organisasi penggerak jika di tempat tersebut belum ada organisasi tingkat pelajar.
Memberikan layanan internet gratis dan pelebaran jangkauan internet agar pendidikan daring bisa merata di rasakan oleh semua peserta didik yang ada di indonesia.

Kondisi ini selayaknya dapat langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah sehingga semua anak di negeri ini bisa tetap memperoleh layanan pendidikan meski dalam situasi bencana seperti sekarang ini.

Semoga peran organisasi pelajar penggerak yang dalam pemahaman kami adalah organisasi tingkat pelajar dari semua organisasi pelajar bisa di optimalkan sesuai peran dari masing masing organisasi karena IPNW yakin semua organisasi tingkat pelajar mempunyai tujuan yang sama yakni seperti dengan tujuan pendidikan nasional yakni Mencerdaskan Bangsa..

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami