Dalam Islam Boleh Gak Ya Pencangkokan Organ Tubuh Manusia (Transplantasi)

Oleh : Muhammad Irfan
Mahasiswa Al Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta Prodi PAI, Semester VII

Donor Mata

Pengertiannya

Donor mata diartikan dengan pemberian cornea mata kepada orang yang membutuhkannya. Cornea mata tersebut, berasal dari mata mayat yang telah diupayakan oleh dokter ahli, sehingga dapat digunakan oleh orang yang sangat membutuhkannya. Sebagaimana terlihat pada definisi yang dirumuskan oleh Asy-Syekh Husnain Muhammad Makhluuf yang mengatakan.

نَقْلُ الْعُيُوْنِ هُوَ نَقْلُ عُيُوْنِ الْمَوْتَ لِتَرْقِيْعِ قَرِنْيَةِ الْأَحْيَاءِ.
Artinya: Pemindahan mata adalah memindahkan cornea mata mayat (kepada orang) hidup (yang membutuhkan).

Mata dan Permasalahannya
Bentuk biji mata, hampir menyerupai sebuah benda yang bentuknya bulat-bundar; kecuali sebelah depan biji mata itu yang lebih kuat lengkungannya, karena adanya selaput hitam yang menyembul sedikit. Titik tengah dataran depan dan belakang dinakan kutup depan dan kutub belakang. Lalu garis yang menghubungkan kedua titik tersebut, dinamakan poros mata (poros optik).

Adapun unsur-unsur biji mata, terdiri dari beberapa lapis yaitu: Selaput putih (sclera).
Bagian ini berwarna putih, yang terdapat di sebelah luar sekali; hanya sebelah depannya yang berubah corak; yaitu kelihatannya bening, sehingga dapat ditembus oleh cahaya dari luar. Bagian depan selaput putih itu dinamakan cornea (selaput bening), yang dibungkus lagi oleh selaput biji.

Selaput hitam (chorioidea).
Bagian ini banyak mengandung pembulu-pembulu darah, yang terletak di tengah-tengah biji mata bagian muka yang berfungsi sebagai lapis makanan bagi mata. Bagian depan selaput ini bertambah tebal dan dinamakan corpus ciliare yang mengililingi pinggir lensa. Dan bagian tengah selaput corpus ciliare ini membentuk selaput pelangi (iris) yang menutupi bagian selaput pelangi (iris) yang menutupi bagian pinggir lensa sebelah depan.

Selaput jala (retina).
Bagian ini terdapat sebelah dalam sekali, dengan menghadap ke selaput hitam yang terdiri dari lapisan sel-sel yang mengandung ubar hitam, sehingga bagian ke dalam biji mata itu menjadi suatu bilik yang gelap.

Hukumnya

Masalah donor mata, termasuk salah satu keberhasilan teknologi dalam Ilmu Kedokteran, yang dapat mengatasi salah satu kesulitan yang dialami oleh orang buta. Dan yang menjadi masalah dalam hikum Islam, karena cornea mata yang dipindahkan kepada orang buta, adalah berasal dari mayat; sehingga terjadi dua pendapat di kalangan Fuqaha. Ada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkannya dengan mengemukakan alas masing-masing; misalnya:
Bagi Ulama yang mengharamkannya; mendasarkan pendapat pada Hadits yang berbunyi:
إِنَّ كَسْرَعَظْمِ الْمَيِّتِ مِثْلُ كَسْرِعَظْمِهِ حَيَّا (رواه أحمد و أبو داود و أبن ماجه عن عائشة)
Artinya:
Sesungguhnya pecahnya tulang mayat (bila dikoyak-koyak), seperti (sakitnya dirasakan mayat) ketika pecah tulangnya di waktu ia hidup. (H.R Ahmat, Abu Daud dan Ibnu Majah yang bersumber dari Aisyah).

Bagi Ulama yang membolehkannya; mendasarkan pendapatnya pad hajat (kebutuhan) orang yang buta untuk melihat. Maka perlu ditolong agar dapat terhindar dari kesulitan yang dialaminya, dengan cara mendapatkan donor mata dari mayat.  Bolehdiupayakan untuk dihilangkannya; sebagaimana maksud Qaidah Fiqhiyah yang berbunyi:
الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ.
Artinya: Kesulitan (yang dialami oleh manusia), boleh diupayakan untuk mendaptakan kemudahan.

Kesulitan yang dimaksudkan dalam pembahasan ini adalah kebutaan, yang sebenarnya dapat diatasi dengan cara transplantasi cornea mata. Dan untuk menghindarkan manusia dari kesulitan yang dialaminya, maka Al Qur’an memberikan petunjuk umum yang terdapat pada ayat yang berbunyi:
… وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ … (الحج٧٨)
Artinya: … dan Dia (Allah) sekali-sekali tidak menjadikan suatu kesulitan untuk kamu dalam agama …

Donor Pencangkokan Jantung

Pengertian

Jantung adalah organ utama sirkulasi darah; karena dialah yang memompa darah sehingga mengalir dari ventrikel kiri melalui arteri, arterio dan kapiler, lalu kembali ke atrium kanan melalui vena yang disebut peredaran darah besar atau sirkulasi sistemik. Dan aliran dari ventrikel kanan melalui paru-paru, ke atrium kiri yang disebut peredaran kecil atas sirkulasi pulmona. Maka apabila terjadi kelainan-kelainan pada jantung, maka dapat mengganggu sirkulasi darah yang mengakibatkan terjadi maut.

Akan tetapi dewasa ini, dapat diatasi oleh dokter ahli dengan melalui oprasi pencangkokan jantung; yang dapat didefinisikannya sebagi berikut:
pencangkokan jantung adalah suatu operasi sebelah dalam jantung yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung dengan katup mekanik buatan, atau dengan katup homograft (transplantasi dari manusia) yang diambil dari orang lain, atau heterogent dari binatang, segera donor itu mati Beberapa Macam Gangguan Jantung
Perikarditis; yaitu peradangan selaput pembungkus jantung dan kantong tempat jantung berada. Selaput yang meradang itu dapat mengeluarkan cairan yang berkumpul, akhirnya terjadi pembengkakan perikardial yang mempersulit gerakan jantung, dan mungkin menghendaki penyedotan.

Endokarditis; yaitu adanya suatu membran yang menyelaputi bagian jantung. Membran ini bisa terkena peradangan, terutama sekali bila mengalami demam rhematik.
Penyakit Arteri Koronaris; yaitu penyempitan atau penyumbatan pembulu-pembulu darah koroner oleh bekuan darah (trombus). Dalam hal ini miokardium bisa kehilangan sebagian dari persediaan darahnya, yang disebut dengan iskhemia miokardial, dan menimbulkan rasa sakit (angina pektor).

Kegagalan Jantung Kongestif (Sesak Nafas); yaitu penimbunan cairan udema dalam jaringan lunak, disebabkan terjadinya kegagalan gerakan jantung untuk memompa. Cairan berkumpul dalam bagian-bagian badan yang terletak paling rendah, seperti matakaki dan skrotum atau skrum.

Hukumnya

Pada dasarnya, agama Islam membolehkan pencangkokan jantung pad pasien sebagai salah satu upaya pengobatan suatu penyakit, yang sebenarnya sangat dianjurkan dalam Islam. Hanya yang menjadi persoalan, keran katup jantung yang dipindahkan ke dalam jantung pasien, berasal dari mayat atau dari binatang yang sudah mati.
Hal ini dibolehkan karena dimaksudkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien, yang dasarnya ada pad beberapa Qaidah Fiqhiyah di muka. Baik dimaksudkan sebagai hajat, maupun sebagai darurat.

Pencakokan Ginjal

Pengertiannya

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang terletak pada dinding posterior abdomen, terutama di daerah lumbal di sebelah kanan dan kiri tulang belakang, yang berfungsi untuk mengatủ keseimbangan air dalam tubuh, mengatur konsentrasi garam dalam darah, mengatur keseimbang asam-asam basah, mengatur eksktesi bahan buangan dan kelebihan garam dalam tubuh. Maka fungsi-fungsi anggota tubuh yang lain dapat terganggu.
Beberapa macam gangguan ginjal
Ada beberapa macam gangguan ginjal yang sering menimpah manusia; antara lain:
Infeksi Ginjal; yaitu penyakit ìneksi yang menyerang ginjal akibat dari penyakit tuberkulosa yang diderita oleh pasien.
Kegagalan Ginjal; yaitu kegagalan ginjal yang akut diakibatkan oleh nefritis akut oleh peracunan ginjal atau dari tekanan darah yang sangat rendah, sehingga mengurangi persediaan darah pada ginjal.
Penyakit Batu Ginjal; yaitu terdapatnyan batu dalam ureter ginjal yang dâpt menyumbat keluarnya urenin dải gịnal itu, sehingga terjadi pelebaran pelvis ginjal (hidronefrosis) yang luar biasa sakitnya dirasakan oleh pasien.

Hukumnya

Dilihat dari sumber pengambilan ginjal yang sering digunakan pada operasi pencangkokan ginjal, maka dapat dijadikan tiga katagori; yaitu:
Ginjal yang bersumber dari orang hidup; yang biasanya diambil hanya sebelah saja, kemudian di pindahkan kepada pasien yang membutuhkan.
Ginjal yang bersumber dari orang mati; yang biasanya pengambilan ginjal dari mayat yang baru mati, kemudian disimpan dalam pengawetan untuk menunggu adanya pasien yang membutuhkan.
Ginjal yang bersumber dari binatang, tegasnya babi; yaitu pengambilan ginjal dari babi, karena dianggap sesui dengan struktur ginjal manusia.

Ginjal yang bersumber dari manusia; baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, disepakati oleh kebanyakan Ulama Hukum Islam tentang kebolehannya bisa dicangkokkan kepada pasien yang membutuhkannya, karena dianggap sangat dibutuhkan (hajat), dan bahkan darurat.
Mengenai ginjal dari babi, masih sangat diperdebatkan oleh Ulama Hukum Islam, termasuk beberapa Ulama Islam di Indonesia. Ada yang masih mengharamkannya, dan adapun yang membolehkannya, karena alasan hajat dan darurat.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami